agen bola,betting-’Unfair Contract’ Kartu Kredit

29 Dec


【agen judi, agen bola, betting, bandar bola, baccarat, poker, games, agen bola ibcbet, agen bola terpercaya, agen bola tangkas, agen bola sbobet, situs judi bola, judi online, sbobet, ibcber】
 

1333430661224890993

 

Menggunakan kartu kredit agaknya telah menjadi tren tersendiri. Namun tahukah Anda jika dalam kontrak awal kartu kredit berpotensi merugikan konsumen? Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menengarai terdapat aturan awal dalam kontrak kartu kredit yang merugikan konsumen.

“Terdapat ‘unfair contract’ yang menyatakan ‘konsumen tunduk pada peraturan yang sudah ada maupun yang akan dibuat di kemudian hari’.” Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo, pada acara press conference “Anatomi Pengaduan Konsumen Kartu Kredit” di Kantor YLKI, Selasa (03/03).

Sudaryatmo menjelaskan akibat dari kontrak yang tidak terbuka adalah munculnya bunga kartu kredit secara berlebihan serta pungutan yang tak masuk akal.

Selain itu, menurut Sudaryatmo, dalam kontrak kartu kredit juga mencantumkan klausula yang menjelaskan konsumen memberi kuasa kepada pihak bank untuk menggunakan data nasabah baik untuk keperluan bank maupun keperluan pihak ketiga. “Itu yang harus diperjelas. Keperluan bank dan pihak ketiga seperti apa?,” tegasnya.

Menurut Sudaryatmo, konsumen mempunyai hak-hak sebelum memilih produk jasa keuangan. “Pertama, konsumen berhak mendapatkan informasi tentang pilihan produk kaartu kredit secara detail.” Sudaryatmo mencontohkan konsumen berhak mendapat informasi rinci tentang pilihan, jenis, dan jumlah biaya pada produk kartu kredit.

“Dalam praktiknya, sejumlah konsumen baru mengetahui detail produk kartu kredit setelah menjadi debitur.”

Kedua, konsumen berhak mendapatkan keleluasaan ketika hendak menutup atau pindah layanan kartu kredit lain. “Jika saya tidak puas terhadap layanan suatu kartu kredit, maka konsumen dapat menutup dan beralih pindah ke produk kartu kredit lain dengan mudah,” Sudaryatmo mengilustraikan.

Tetapi prakteknya, sejumlah bank penerbit kartu kredit cenderung menghambat ketika konsumen akan menutup kartu kredit, kendati telah melunasi kewajibannya, dengan tidak memberikan informasi rinci.

Menanggapi permasalahan ini, masih menurut Sudaryatmo, YLKI sedang mengolah data yang diterima dan melakukan klarifikasi kepada bank bersangkutan untuk meninjau regulasinya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: